Hari ini, Filia hanya duduk termenung di bangku belakang. Ya, karena hanya di tempat itu saja ia bisa men"charge" si Camble kesayangannya. Sambil berpikir sesekali, ia pun mulai mengetik. Saat itu pikirannya penuh dengan tugas dan tugas. Belum lagi, ia memang disibukkan dengan kegiatan organisasi di sekolahnya. Walaupun dia selalu sibuk, tapi gadis yang senang memakai jam tangan berwarna biru itu tidak memiliki teman akrab sampai sekarang.
Kejadian itu dimulai ketika saat ia tengah mengikuti rapat. Ya, Filia yang terkenal cerewet dan punya banyak teman selalu mengeluarkan celotehannya di saat ia berkumpul dengan teman-temannya. Hari itu, sangat berkesan sekali. Karena berentetan kejadian yang menyenangkan berhasil terpenuhi di "Daftar Kebahagiaan" yang ia miliki di ransel indahnya. Hari itu Bayu berhasil membuat lengkungan senyum di wajah Filia terlihat lagi, padahal di malam sebelumnya Bayu membuat Filia jengkel. Ya, itu adalah kebiasaan yang normal, katanya. Setelah itu, ia juga mendapat nilai bagus saat ulangan sejarah. Banyak yang bilang, sejarah itu membosankan. Tapi menurut gadis yang imut ini, sejarah itu sangat menyenangkan. Saat itu pelajaran sejarah akhirnya berhasil menerbitkan semangat dan minat Filia sampai mencuat dan merekah ke atas hingga akhirnya ia mendapatkan sesuatu yang memuaskan. Ya, tanda check list untuk kebahagiaan kedua akhirnya berhasil terpenuhi.
Sebetulnya Filia memiliki teman, banyak teman. Teman baik,tapi tidak terlalu dekat. Pernah sesekali Filia menganggap seorang teman yang sudah dianggap soulmate nya menjadi teman dekatnya. Namun, tak disangka. Dia menjauh dan akhirnya mulai menjaga jarak. Sampai saat ini, Filia juga tidak mengerti jalan pikirannya. Bukan hanya satu orang, tapi lebih. Semua orang yang ia temui juga sama. Mereka mengganggap Filia hanyalah teman biasa, padahal Filia adalah anak yang mudah bergaul. Namun setelah melihat kejadian itu, Filia mendapatkan pengertian baru tentang berteman. Ternyata syarat untuk memiliki teman banyak tidak harus pandai bergaul. Kalo disuruh menunjukkan buktinya, Filia langsung mengacung dan mengakui dirinya memang yang menciptakan teori seperti itu.
Namun Filia nyaman dengan kehidupannya yang sekarang, normal saja. Tak usah mengharapakan orang lain datang padanya. Kali ini Filia hanya bicara seperlunya. Dan Filia sekarang mengerti, ternyata persahabatan itu tidak selamanya indah seperti yang ada di tv. Hemmm semua seperti dongeng. Filia lebih suka menulis ketika amarahnya sedang meletup-letup daripada menceritakannya kepada orang lain. ORang lain itu, hanya bayangan saja.
Setelah mengetik beberapa paragraf di blognya, akhirnya ia pun kembali meneruskan tugasnya. Dan sekali lagi ia menegaskan, "biarkan mereka menjadi mereka, datanglah ketika mereka membutuhkan, dan bicara saja seperlunya dengan mereka, mererka hanya membutuhkan sedikit peranku, aku cukup nyaman dengan dunia ku sendiri dia dengan keadaan seperti ini.Tak perlu berharap seseorang untuk mengerti keadaanku karena mereka hanya menganggapku sebagai bayangan yang ada di belakang mereka. Dan aku pun juga tak berharap banyak dari mereka. Kadang mereka baik, kadang mereka jahat. Sesuatu yang kuanggap menyenangkan tapi tiba-tiba menjadi bumerang untuk mereka. Mereka tidak suka. Lalu ada apa? Jika mereka berada dalam tubuhku ini, apa mereka dapat merasakan seandainya sesuatu yang indah menurut mereka tiba-tiba tidak disukai oleh orang lain? Cukup diam, senyum, dan tenang. Dan sekali lagi, aku nyaman dengan diriku sendiri"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar