Sore ini sangat cerah. Rasanya sangat disayangkan apabila dilewatkan, apalagi untuk bersepeda. Bagi gadis kecil berusia 6 tahun ini, bersepeda dapat mengajarkan segala hal kepadanya. Dengan jalan pikirannya yang masih polos, ia menganggap bahwa sepeda adalah sahabat yang baik. Buktinya, Loli--begitu panggilan Mia untuk sepedanya, selalu setia menemani Mia kemana saja, bahkan ketika Mia disuruh ibunya membeli micin di warung, Loli pun selalu bersedia menemani Mia. Dengan keranjang yang memiliki pita biru di depannya, Mia selalu merasa sangat bangga dengan sepeda yang ia miliki.
Loli juga dapat membantu Mia berbuat baik kepada semua temannya. Dengan jok belakang yang Loli miliki, Mia dapat membawa temannya ke semua tempat yang ia kehendaki. Bahkan pernah suatu hari saat hujan deras turun sesaat setelah bel sekolah berdentang, Mia melihat Winda sedang menungu di koridor sekolah. Sepertinya Winda tidak membawa payung, begitu pikiran Mia saat melihat teman sekelasnya sambil menatap hujan yang turun tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Winda, kamu ga pulang? Ga bawa payung ya?" Tanya Mia sambil melihat Winda
"Iya nih Mia, aku ga bawa payung." Ujar Winda sambil melirik sepatunya yang basah karena cipratan air hujan.
"Ikut aku aja yuk, kita naik Loli" Ajak Mia
"Memangnya boleh?" Tanya Winda
"Boleh lah. Loli ga keberatan kok walaupun harus membawa kita berdua." Jawab Mia dengan singkat.
Akhirnya mereka berdua menuju ke tempat parkir di samping gedung sekolah. Mia pun mengeluarkan jas hujan powerpuff girls dan mengenakannya bersama Winda, akhirnya Mia pun pulang bersama Winda. Ditemani dengan turunnya hujan yang berentetan saat itu, namun kedua anak itu terlihat kegirangan. Bahkan saat itu, mereka berdua berteriak sepanjang jalan. Menyenangkan sekali. Itulah yang Mia sukai, ia senang membantu temannya.
Setelah sekian lama berkeliling di taman dekat rumah, Mia melihat anak-anak sedang berkumpul di taman. Motor itu bukannya untuk orang besar saja ya-- itulah pikiran yang berhasil tergambarkan dalam benak Mia ketika ia melihat anak-anak itu bermain motor. Dengan bangganya mereka membunyikan gas motor dengan keras sehingga menimbulkan suara deruman yang keras, bahkan suara lonceng milik Loli sekalipun. Sangat aneh sekali didengar. Lebih menyenangkan ketika kita bermain sepeda,begitu lanjutan kalimat yang diucapkan Mia saat itu.
Loli juga dapat membantu Mia berbuat baik kepada semua temannya. Dengan jok belakang yang Loli miliki, Mia dapat membawa temannya ke semua tempat yang ia kehendaki. Bahkan pernah suatu hari saat hujan deras turun sesaat setelah bel sekolah berdentang, Mia melihat Winda sedang menungu di koridor sekolah. Sepertinya Winda tidak membawa payung, begitu pikiran Mia saat melihat teman sekelasnya sambil menatap hujan yang turun tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Winda, kamu ga pulang? Ga bawa payung ya?" Tanya Mia sambil melihat Winda
"Iya nih Mia, aku ga bawa payung." Ujar Winda sambil melirik sepatunya yang basah karena cipratan air hujan.
"Ikut aku aja yuk, kita naik Loli" Ajak Mia
"Memangnya boleh?" Tanya Winda
"Boleh lah. Loli ga keberatan kok walaupun harus membawa kita berdua." Jawab Mia dengan singkat.
Akhirnya mereka berdua menuju ke tempat parkir di samping gedung sekolah. Mia pun mengeluarkan jas hujan powerpuff girls dan mengenakannya bersama Winda, akhirnya Mia pun pulang bersama Winda. Ditemani dengan turunnya hujan yang berentetan saat itu, namun kedua anak itu terlihat kegirangan. Bahkan saat itu, mereka berdua berteriak sepanjang jalan. Menyenangkan sekali. Itulah yang Mia sukai, ia senang membantu temannya.
Setelah sekian lama berkeliling di taman dekat rumah, Mia melihat anak-anak sedang berkumpul di taman. Motor itu bukannya untuk orang besar saja ya-- itulah pikiran yang berhasil tergambarkan dalam benak Mia ketika ia melihat anak-anak itu bermain motor. Dengan bangganya mereka membunyikan gas motor dengan keras sehingga menimbulkan suara deruman yang keras, bahkan suara lonceng milik Loli sekalipun. Sangat aneh sekali didengar. Lebih menyenangkan ketika kita bermain sepeda,begitu lanjutan kalimat yang diucapkan Mia saat itu.