Minggu, 20 September 2015

GUGUS FUNGSI DAN KEISOMERAN

GUGUS FUNGSI
1). Pengertian gugus fungsi
Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa
Sifat
Etana
Etanol
Metanol
Wujud pada suatu kamarTitik didih Di campur dengan natrium
Kelarutan dalam air
Dapat terbakar
gas– 89ºC Tidak bereaksi
Tidak larut
Ya
Cair78ºC Bereaksi
Larut sempurna
Ya
Cair65ºC Bereaksi
Larut sempurna
Ya
a. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol )
Beberapa Contoh gugus fungsi
No
Gugus Fungsi
Golongan senyawa
1
2
3
4
5
6
7
– OH –– O – O
– C – H
O
– C –
O
– C – OH
O
C – C – OR
– X
Alkohol
Eter
Aldehida
Keton
Asam Karboksilat
Ester
Halida
b. Gugus Fungsi – O – ( Eter )
Mempunyai struktur R – O – R , Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut.
c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida )
Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat
d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton )
Contohnya adalah aseton, suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku
e. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat )
Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan.
f. Gugus Fungsi – CooR ( Ester )
Yang banyak digunakan sebagai essen, lemak dan minyak juga tergolong Es
g. Gugus Fungsi – X ( Halogen )
Disebut juga Haloalkana. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F, Cl, Br atau I. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Contoh, Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin.

KEISOMERAN
Isomer adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul yang sama – yang berarti bahwa mereka terdiri dari jumlah yang sama dari jenis atom yang sama – tetapi memiliki struktur atau pengaturan yang berbeda dalam ruang.Isomer adalah sangat penting karena senyawa yang berbeda, bahkan jika mereka memiliki rumus molekul yang sama, dapat memiliki sifat kimia yang berbeda. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur, sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Keisomeran struktur dapat berupa keisomeran kerangka, posisi dan fungsi. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis.
1. Keisomeran rangka
Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama, namun rantai induk berbeda.
2. Keisomeran posisi
Mempunyai rumus molekul, gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya.
3. Keisomeran gugus fungsi
Mempunyai rumus molekul yang sama, namun berbeda gugus fungsi. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu :
1). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O
2). Alkanal dengan Alkanol, mempunyai rumus umum CnH2nO
3). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat, mempunyai rumus umum CnH2nO2
4. Menentukan jumlah isomer struktur
Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu.

SUMBER :
https://dsupardi.wordpress.com/kimia-xii-2/sentawa-organik/
http://www.sridianti.com/pengertian-isomer-dan-contohnya.html

Senin, 01 Juni 2015

Kebersamaan Kami, Keluarga FMIPA UNJ 2015

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..
Bismillah...

Pada kesempatan kali ini,saya akan mencoba menceritakan kembali perjalanan terbaik yang kami torehkan dalam sebuah kisah. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas MIPA 2015 yang diselenggarakan di Villa Maria Sonak, Cisarua, Jawa Barat pada hari Jum'at sampai Minggu. Perjalanan ini dimulai pada hari jum'at dan diawali dengan briefing. Para peserta diberikan pengarahan dan akhirnya memulai perjalanan setelah sholat maghrib. Semua kelompok menggunakan kendaraan umum untuk menuju ke villa tersebut. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai di lokasi tersebut. Akhirnya, peserta diperbolehkan untul beristirahat.
Selanjutnya, pada hari Sabtu, peserta melaksanakan Qiyamul Lail pada pukul 02.30 dan diikuti dengan melaksanakan sholat shubuh. Kemudian, setelah membaca almatsurat para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan mentoring organisasi. Kak Rizqa dan Kak Nuni menyampaikan materi tentang 'Semangat Organisasi' kepada peserta akhwat. Setelah itu, peserta makan pagi dan dilanjutkan dengan senam pagi. Kemudian,para peserta diberikan waktu untuk bersih-bersih sebelum pemberian materi. 
Pada pukul 08.30,tiap kelompok mempresentasikan hasil wawancara yang dilakukan dengan narasumber ketua BEM Fakultas, Mahasiswa, dan petugas keamanan. Kelompok 9 mempresentasikan hasil wawancara dengan ketua BEM FE,Mahasiswa FE,dan petugas keamanan. 
Agenda selanjutnya adalah materi tentang negosiasi yang disampaikan oleh Kak Irvandi Faisal, Wakil Ketua BEM UNJ 2015. Beliau memaparkan bahwa sebuah negosiasi harus menghasilkan keadaan yang menguntungkan kedua belah pihak yang melakukan negosiasi dengan rasio keuntungan yang kita peroleh lebih besar daripada pihak lain. Kemudian untuk memahami mekanisme negosiasi lebih lanjut, para peserta diberikan tantangan untuk melakukan negosiasi dengan masyarakat di sekitar Villa untuk mendapat suatu barang. 
Kemudian, para peserta melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan makan siang bersama. Setelah itu,para peserta diberikan pengarahan mengenai Praktik Kerja Nyata (PKN). Adapun tema yang diberikan adalah masalah mengenai sampah dan minat masyarakat mengenai pendidikan tinggi. PKN tersebut dilaksanakan pada hari ketiga PKMF. Selanjutnya dilakukan kegiatan evaluasi mengenai kegiatan PKMF yang telah dilaksanakan selama 2 hari ini. Setelah itu,para peserta diberikan waktu untuk bersih-bersih kemudian dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah.
Setelah agenda tersebut, para peserta makan malam bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Pergerakan Mahasiswa yang disampaikan oleh kak Pradipta, Wakil Ketua BEM UNJ 2014. Beliau memaparkan sebuah fakta menarik mengenai pergerakan mahasiswa dari berbagai era di Indonesia. Para peserta terlihat lebih antusias ketika kak Pradipta menayangkan beberapa cuplikan film mengenai pergerakan mahasiswa. Setelah itu,para peserta diperbolehkan untuk beristirahat.
Pada hari Minggu,pukul 01.00 para peserta melaksanakan Qiyamul Lail dan dilanjutkan dengan kegiatan Outbond. Setelah itu,peserta melaksanakan ibadah sholat Shubuh setelah bersih-bersih. Kemudian setelah itu adalah Kapita Selekta yang dihadiri oleh staff BEM FMIPA. Agenda selanjutnya adalah mekanisme aksi. Namun sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, kak Pradipta memberikan materi tentang mekanisme Aksi. Dalam agenda tersebut, beliau menjelaskan beberapa komponen aksi seperti mekanisme aksi,perangkat aksi, dan perancangan aksi. Akhirnya para peserta pun melanjutkan kegiatan dengan simulasi aksi. Rasa penasaran serta keingintahuan yang tinggi menyelimuti benak peserta karena beberapa peserta ada yang belum pernah melakukan aksi secara langsung di jalan. Sebelum aksi dilaksanakan, terdapat pengarahan dan pembagian perangkat aksi. Adapun isu yang diberikan adalah mengenai pemerataan pendidikan serta pendidikan moral di Indonesia.
Agenda yang ditunggu-tunggu pun dimulai. Setelah semua peserta mendapatkan peran masing-masing, para peserta pun menunjukkan aksinya dengan langkah yang tegap menghadapi polisi. Pada aksi pertama dengan Taofik sebagai Koordinator Lapangan,beberapa orasi disampaikan oleh beberapa peserta. Pada saat aksi pertama,keadaan bisa dibilang tidak kondusif karena terdapat beberapa kecelakaan yang menimpa para peserta saat aksi pertama dilaksanakan. Akhirnya hal tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum aksi pada jam kedua dilaksanakan. Setelah dilakukan evaluasi dan pengarahan, para peserta pun kembali melakukan aksi. Pada aksi kedua ini,terdapat juga kelompok mahasiswa lain yang juga berorasi di samping kelompok kami. Hal ini menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan berbagai kemelut yang terjadi,para peserta pun mampu mengendalikan keadaan dan mulai mengevakuasi diri dengan tertib. Kegiatan ini adalah kegiatan kali pertama yang saya jalani.
Setelah itu,dilanjutkan dengan sholat Dzuhur berjamaah. Kemudian,para peserta mulai mempersiapkan agenda terakhir yaitu PKN. Dengan mengangkat tema acara yaitu 'MIPA (Motivasi, Inovasi, dan Peduli Alam). Kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar villa,yaitu Ibu-ibu dan anak-anak. Adapun rincian kegiatan ini adalah menimbulkan sikap tanggap dan peduli terhadap sampah kepada anak-anak serta menumbuhkan sebuah motivasi pada ibu-ibu akan pentingnya pendidikan tinggi. Pada agenda anak-anak,beberapa peserta yang berperan sebagai pendamping mengajak anak-anak bermain dan mengumpulkan sampah. Anak-anak belajar perbedaan jenis sampah organik dan anorganik. Sementara itu,pada agenda Ibu-ibu diberikan materi mengenai pentingnya pendidikan tinggi untuk anak. Beberapa ibu-ibu sangat antusias pada materi ini. Kemudian, setelah acara selesai para peserta pun mendapat pujian dari panitia karena mengadakan acara yang sangat berkesan. Selanjutnya adalah makan bersama sebelum bersih-bersih dan pulang ke Jakarta.
3 hari yang mengesankan. 3 hari yang penuh dengan makna. Di mana mahasiswa FMIPA berada dalam satu atap selama 3 hari 2 malam dan melakukan agenda kebaikan bersama-sama. Akhirnya, benih-benih ukhuwah pun tercipta di antara kami walaupun tidak seluruh keluarga FMIPA UNJ dapat tergabung dalam kegiatan ini. Dengan berakhirnya kegiatan PKMF 2 ini bukan berarti ukhuwah kami hanya sampai di sini. Tetapi beberapa hari lagi,pembuktian yang sesungguhnya akan dimulai. Sampai jumpa di PKMF 3! Semoga Allah selalu meridhoi apa yang hendak kita lakukan dan memudahkan apa yang sedang kita lakukan. Aamiin..

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

#PKMFMIPA2015_Allaily Putri Ayu Nur Harbi_Kimia_Kelompok 9

#PKMFMenginspirasi

Sabtu, 23 Mei 2015

Sudah Benarkah "Proses Pendidikan" di Indonesia?

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahiim..
Pada kesempatan kali ini,saya akan menyampaikan live report PKMF MIPA 1 UNJ 2015 yang diselenggarakan di Kampus B UNJ ruangan 3.6 dan 3.7. Adapun mc dari acara kali ini adalah Kak Zidni. Selanjutnya mc melontarkan pertanyaan tentang alasan peserta mengikuti PKMF. Terdapat beragam jawaban yang diberikan dari beberapa peserta. Setelah itu,dilanjutkan dengan pemberian materi yang bertemakan 'Pendidikan di Indonesia' dengan di moderatori oleh kak Habib. Pemateri pada PKMF MIPA hari ini adalah Kak Fery Ferdyant,S.E yang merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akutansi tahun 2010. Beliau adalah mantan pejuang BEM UNJ periode 2014 silam. Meskipun beliau bukan berasal dari jurusan pendidikan,namun beliau berkata bahwa beliau memiliki andil yang cukup besar dalam pendidikan. Begitulah sebuah kalimat yang  ia lontarkan dan kalimat tersebut sekaligus menjadi kalimat pembuka materi yang akan disampaikan.
Pendidikan merupakan sebuah penentu karakter sebuah bangsa. Seperti sebuah quotes yang berasal dari Nelson Mandella, bahwa "Senjata yang paling ampuh untuk mengubah suatu bangsa adalah pendidikan". Dibawah pernyataan tersebut,tentu Indonesia yang memiliki berbagai potensi dalam hal ini. Namun fakta menyebutkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia terbilang masih sangat jauh di bawah harapan. Indonesia menduduki peringkat ke 60 di dunia mengenai kualitas. Kemudian masalah masalah lain seperti jumlah guru di Indonesia,apakah sudah memenuhi syarat sertifikasi secara keseluruhan? Atau bagaimana dengan akses dan pemerataan sarana pendidikan,apakah sudah memadai? Anggaran pendidikan di Indonesia adalah sebesar 20% dari seluruh dana APBN P yang berkisar lebih dari 2 Triliun. Akan tetapi, dana tersebut hanya cair sekitar 10% saja. 
Kemudian masalah tenaga pendidik di Indonesia. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru memiliki tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Namun hal tersebut masih belum terlalu terealisasi dengan ditandai oleh proses pendidikan yang hanya menyampaikan materi agar mampu menjawab soal UN. Berkaitan dengan tenaga pendidik,saat ini terdapat jalur PPG yang merupakan jalur instan yang dampaknya akan menurunkan kredibilitas PTN yang lebih spesifik kepada ilmu pendidikan,seperti LPTK,eks IKIP,dan sebagainya. Jalur PPG dinilai mampu meningkatkan dan menstandarkan profesi guru namun tidak ada jaminan mengenai hal tersebut. 
Masalah lain yang saat ini menjadi salah satu perhatian besar adalah Tragedi Nol Buku,yaitu di mana minat anak terhadap kegiatan membaca sangat buruk. Anak-anak Indonesia hanya mampu membaca 1 halaman selama 15 hari. Anak-anak usia sekolah mampu menghabiskan 300 menit per tahun untuk menonton TV. Hal tersebut sangat bertentangan dengan budaya literasi anak anak usia sekolah di Finlandia. Di sana,minat baca pada anak-anak usia sekolah lebih tinggi. 
Selanjutnya,kak Fery membahas mengenai rentang waktu studi perguruan tinggi yang saat ini sudah mulai direvisi yaitu menjadi 4-5 tahun. Secara nomenklatur, pendidikan sudah mulai diubah secara tidak langsung. Belum lagi masalah UN yang mengundang berbagai kontroversi hingga masalah kurikulum 2013 yang sangat membingungkan siswa dan guru. Hal tersebut berasal dari kebijakan sang menteri pendidikan yang memang mendatangkan keuntungan maupun kerugian bagi masyarakat. Melihat hal ini perlu dikritisi. Yang harus digarisbawahi adalah sebagai mahasiswa,kita perlu melakukan tuntutan atas perbaikan mekanisme dalam proses pendidikan di Indonesia.
Setelah materi selesai,terdapat beberapa peserta yang antusias melontarkan pertanyaan kepada beliau. Secara keseluruhan,mereka menanyakan mengenai pelaksanaan pendidikan baik dari mekanisme pemerataan fasilitas sampai acuan berupa moral yang akan ditujukan kepada siswa. Kak Fery menerangkan bahwa moralitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab menteri pendidikan, tetapi hal tersebut juga termasuk tanggung jawab mahasiswa. Pendidikan moral dapat diterapkan oleh siapapun,jadi hal tersebut dapat dimulai dari hal kecil,dari kita sendiri,dan dari sekarang. Mengenai masalah mekanisme pemerataan,kita tidak bisa langsung melontarkan pernyataan kita kepada pemerintah secara langsung,namun kita dapat melakukan hal kecil seperti melakukan sebuah riset mengenai mekanisme dan fasilitas yang diterapkan oleh pemerintah. 
Setelah semua pertanyaan terjawab,acara dilanjutkan dengan pemberian souvenir dari panitia PKMFMIPA yang diberikan langsung oleh kak Ichsan selaku ketua pelaksana PKMFMIPA 2015. Setelah itu,agenda selanjutnya adalah ishoma sampai pukul 12.20. 
Setelah itu,dilanjutkan dengan kumpul kelompok. Namun sebelumnya,peserta diberikan arahan mengenai tugas individu dan perlengkapan yang harus dibawa untuk PKMF 2. Pada hari ini,ketua kelompok 9 berhalangan hadir. Jadi,jumlah annggota kelompok 9 yang hadir adalah sebanyak 7 orang. 
Demikian yang dapat saya sampaikan,semoga Allah selalu meridhoi apa yang kita rencanakan dan memudahkan apa yang kita lakukan khususnya pada kegiatan PKM FMIPA yang insya Allah diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin. 

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. 

"Mendidik adalah tanggung jawab setiap pendidik. Berarti anak anak yang tidak terdidik di Indonesia adalah dosa setiap orang yang terdidik yang dimiliki di Republik Indonesia" Anies Rasyid Baswedan, Ph. D -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2014 - 2019)

#PKMFMIPA2015_Allaily Putri Ayu Nur Harbi_Kimia_Kelompok 9

#PKMFmenginspirasi





Sabtu, 16 Mei 2015

Kaderisasi, Ukhuwah, dan Organisasi

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..


Bismillah..
Pada kesempatan kali ini,saya akan menyampaikan resume materi pada pra PKM FMIPA yang telah diselenggarakan pada hari Sabtu,16 Mei 2015. Acara ini diselenggarakan di kampus B UNJ ruangan 1.6-1.7. Seperti biasa,acara Pra PKMF diawali dengan pembacaan tilawah Alquran dan beberapa sambutan yang dibawakan oleh Kak Ichsan sebagai Ketua Pelaksana PKM FMIPA 2014,Kak Arief Setiawan sebagai wakil ketua BEM FMIPA,dan Bapak Rusdi M.Biomed sebagai Pembantu Dekan III FMIPA. Setelah sambutan,acara dilanjutkan dengan pembekalan materi yang diberikan oleh Kak Riza Pahlevi. Adapun materi yang diutarakan adalah mengenai urgensi kaderisasi.
Pertama,yang dimaksud dengan kaderisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mempersiapkan dan membentuk generasi selanjutnya. Dalam pengertian tersebut,aspek lain yang dapat ditimbulkan adalah proses kaderisasi memiliki peranan penting karena kaderisasi merupakan jantung dari pergerakan sebuah organisasi. Dalam pengertian kaderisasi yang telah dipaparkan,diperlukan pelaku (yang akan mengkader) dan objek sasaran. Pada hakikatnya, kaderisasi yang baik adalah ketika objek sasaran tidak mengetahui bahwa ia sedang dikader. Kemudian, Kak Riza menjelaskan peran dan fungsi kaderisasi diantaranya adalah screening,rekrutmen,pembentukan,pengembangan,dan penjagaan. Dari kelima peran dan fungsi tersebut,dapat disimpulkan bahwa

"Wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas, komitmen yang kuat,serta loyalitas yang tinggi terhadap organisasinya"

Adapun point point yang menyebabkan keberlanjutan organisasi tetap berlangsung tentu didasarkan oleh beberapa aspek yang dilakukan dari berbagai pihak,khususnya pemimpin dari organisasi tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan terhadap anggota-anggotanya. Ketika seorang pemimpin melalukan pendekatan terhadap anggotanya,maka anggota tersebut tentu akan merasa nyaman dan mudah untuk berkomunikasi dengan pemimpinnya sehingga tercipta keadaan yang memungkinkan bagi keduanya untuk saling berbagi dan saling bertukar pendapat mengenai organisasi. Kemudian,tentunya hal tersebut tentu akan membuat ukhuwah antar anggota sebuah organisasi semakin kuat karena adanya organisasi yang melingkupi mereka dan kaderisasi sebagai kekuatan mereka.

Selanjutnya,acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan fasil. Setelah agenda tersebut selesai,acara ditutup dengan doa.


#PKMFMIPA2015_Allaily Putri Ayu Nur Harbi_Kimia_Kelompok 9