Hembusan angin itu terus mengikuti Kei. Kemanapun ia pergi. Bahkan ketika ia sedang berada jauh dari Sherl. Melihat kenyataan itu, ia berharap bahwa angin-angin ini mengerti akan keadaannya. Melawan sesuatu hal yang mungkin ada di luar dugaan. Tak disangka, Kei merasa sangat terpukul dengan keadaan ini. Jari-jari mungilnya hanya bisa menggenggam telapak tangannya dengan erat sambil menikmati terpaan angin yang perlahan-lahan mulai menyentuhnya.
Sherl--awalnya orang itu hanyalah orang yang sangat Kei benci. Bahkan ia sempat mengikrarkan hal tersebut kepada beberapa temannya yang memang sepaham dengan Kei tentang orang itu. Memukau tapi tidak pada tempatnya,itulah kata-kata yang pertama kali keluar dari mulut Kei ketika ia mendapati dirinya dapat terkalahkan oleh seseorang yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Kei. Dan yang paling Kei ingat, ia berhasil mencuri perhatian semua orang yang Kei suka. Hei, harusnya itu milikku! Kalimat itulah yang selalu menggebu-gebu ketika Kei dapat dikalahkan olehnya.
Namun, semuanya berubah ketika Kei akhirnya berada dalam lingkaran yang Sherl punya. Mengesankan. Kei pun tidak akan menyangka. Sherl yang ia kenal sebagai seseorang yang tempramen itu, ternyata memiliki kegemaran yang sama. Saat itu, Kei diminta untuk membantu temannya mengajar di sekolah alam. Bagaikan raut wajah seseorang yang terkejut ketika barang berharganya berpindah tangan. Ya, itulah ekspresi wajah Keiko ketika ia harus berdampingan dengan Sherl untuk mengajar dengan Sherl. Dan pada saat itulah, Keiko yang sudah lama mengenal Sherl yang hanya dari luarnya saja, kini sudah mulai memberanikan dirinya untuk mengenal kepribadian Sherl lebih jauh.
Sherl--orangnya sangat menyenangkan. Kei selalu menggambarkan Sherl seperti 'Patrick'. Patrick--sahabat Spongebob adalah tokoh yang sangat menggembirakan,namun perbuatannya sangat konyol. Yap, itulah alasan mengapa Kei langsung menamakan Sherl dengan sebutan 'Patrick' pada benda kecil yang selalu ia bawa kemana-mana. Secara tak sengaja, Kei dan Sherl pun berhasil membuat suasana sekolah alam itu menjadi sangat menyenangkan, sama seperti kegembiraan Spongebob dan Patrick ketika menangkap ubur-ubur di ladang ubur-ubur.
Ia yakin, ia telah tepat menerka seorang Patrick dengan jelas dan seksama. Sekarang yang harus Kei lakukan adalah, memastikan bahwa Sherlnya tidak mengetahui bahwa ia adalah 'Patricknya' Kei. Dan, kei tau kepribadian Sherl yang tidak suka hal-hal yang berlebihan. Padahal hal itu sangat berbeda sekali dengan Patrick yang sangat hiper. Namun, Kei suka Sherl apa adanya, sama seperti Spongebob yang senang ketika Patrick selalu menemaninya, bahkan ketika Spongebob tidak memiliki rumah dan akhirnya Patrick pun memintanya untuk tinggal di rumah,walaupun akhirnya Spongebob tidak nyaman ketika Patrick dan hal konyolnya berbuat sesuatu. Ah Sherl, kau berhasil memutarbalikkan fakta. Semula, aku sangat tidak suka dengan sikapmu. Namun akhirnya, aku bisa menemukan titik itu, titik dimana kita dapat menuju ke suatu cita-cita kita.Dan kita akan terus bersama untuk menyatukan kedua hal itu supaya kedua cita-cita kita terwujud.
Sherl--awalnya orang itu hanyalah orang yang sangat Kei benci. Bahkan ia sempat mengikrarkan hal tersebut kepada beberapa temannya yang memang sepaham dengan Kei tentang orang itu. Memukau tapi tidak pada tempatnya,itulah kata-kata yang pertama kali keluar dari mulut Kei ketika ia mendapati dirinya dapat terkalahkan oleh seseorang yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Kei. Dan yang paling Kei ingat, ia berhasil mencuri perhatian semua orang yang Kei suka. Hei, harusnya itu milikku! Kalimat itulah yang selalu menggebu-gebu ketika Kei dapat dikalahkan olehnya.
Namun, semuanya berubah ketika Kei akhirnya berada dalam lingkaran yang Sherl punya. Mengesankan. Kei pun tidak akan menyangka. Sherl yang ia kenal sebagai seseorang yang tempramen itu, ternyata memiliki kegemaran yang sama. Saat itu, Kei diminta untuk membantu temannya mengajar di sekolah alam. Bagaikan raut wajah seseorang yang terkejut ketika barang berharganya berpindah tangan. Ya, itulah ekspresi wajah Keiko ketika ia harus berdampingan dengan Sherl untuk mengajar dengan Sherl. Dan pada saat itulah, Keiko yang sudah lama mengenal Sherl yang hanya dari luarnya saja, kini sudah mulai memberanikan dirinya untuk mengenal kepribadian Sherl lebih jauh.
Sherl--orangnya sangat menyenangkan. Kei selalu menggambarkan Sherl seperti 'Patrick'. Patrick--sahabat Spongebob adalah tokoh yang sangat menggembirakan,namun perbuatannya sangat konyol. Yap, itulah alasan mengapa Kei langsung menamakan Sherl dengan sebutan 'Patrick' pada benda kecil yang selalu ia bawa kemana-mana. Secara tak sengaja, Kei dan Sherl pun berhasil membuat suasana sekolah alam itu menjadi sangat menyenangkan, sama seperti kegembiraan Spongebob dan Patrick ketika menangkap ubur-ubur di ladang ubur-ubur.
Ia yakin, ia telah tepat menerka seorang Patrick dengan jelas dan seksama. Sekarang yang harus Kei lakukan adalah, memastikan bahwa Sherlnya tidak mengetahui bahwa ia adalah 'Patricknya' Kei. Dan, kei tau kepribadian Sherl yang tidak suka hal-hal yang berlebihan. Padahal hal itu sangat berbeda sekali dengan Patrick yang sangat hiper. Namun, Kei suka Sherl apa adanya, sama seperti Spongebob yang senang ketika Patrick selalu menemaninya, bahkan ketika Spongebob tidak memiliki rumah dan akhirnya Patrick pun memintanya untuk tinggal di rumah,walaupun akhirnya Spongebob tidak nyaman ketika Patrick dan hal konyolnya berbuat sesuatu. Ah Sherl, kau berhasil memutarbalikkan fakta. Semula, aku sangat tidak suka dengan sikapmu. Namun akhirnya, aku bisa menemukan titik itu, titik dimana kita dapat menuju ke suatu cita-cita kita.Dan kita akan terus bersama untuk menyatukan kedua hal itu supaya kedua cita-cita kita terwujud.